Anatomi Mata

BacaLaH DenGaN Mata Hati,,, mempelajaro makna mata secara keilmuan anatomi,,,

Trauma Lahir

Bayi dan balita merupakan salah satu kelompok manusia yang rentan terserang penyakit terutama penyakit menular...simak artikelnya ,,,

Konsep Dasar Waham

Kenapa stress itu ada?? simak yu...

Konsep Dasar Keluarga

Harta yang paling indah adalah keluarga ,,,simak yu,,.

Penyampitan Usus Besar atau Hirchprung

Pencernaan penting untuk calon sehat,,, simak yu,,

Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan muka yang manis" (HR. Muslim), Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda, "Jauhilah oleh semua sifat dengki/iri hati itu, karena sesungguhnya sifat dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana apai menghabiskan kayu bakar " (HR Abu Dawud)

Rabu, 03 April 2013

Tips Sesaat Pasca Operasi Caesar

simak yu !!
Beberapa hari pertama pasca operasi caesar adalah saat-saat yang sangat sulit. Bahkan hal-hal kecil seperti berguling, tertawa, batuk, menarik nafas dalam-dalam, dan menjangkau telepon disamping tempat tidur sulit dilakukan pada mulanya. Berikut ini beberapa tips guna membuat Anda lebih nyaman selama hari-hari awal pemulihan :

Berguling

Ini adalah trik yang membuat Anda berguling dari punggung ke samping jadi lebih mudah dan tidak begitu sakit. Tekuk lutut dan panggul (satu kali bergantian) sehingga kaki Anda terletak rata pada tempat tidur. Tekan kaki ketempat tidur dan angkat panggul sedemikian rupa sehingga tubuh Anda lurus dari bahu sampai ke lutut. Putar panggul kesatu sisi sementara menggulingkan bagian atas tubuh ke sisi yang sama. Sekarang Anda berbaring menyamping. Cara berguling seperti ini hanya menimbulkan sedikit regangan pada daerah sayatan.

Pernafasan Dalam

Menarik nafas dalam-dalam dengan pengeluaran nafas yang kuat umumnya terasa sakit tetapi harus dilakukan (khususnya jika Anda mendapat bius total) untuk membersihkan lendir yang menumpuk di dada yang kadang-kadang menimbulkan infeksi. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan mengembuskan nafas kuat-kuat atau menggunakan alat khusus yang disediakan rumah sakit. Gunakan teknik-teknik berikut ini untuk membantu Anda menarik nafas dalam-dalam dengan rasa sakit yang seminimal mungkin : Tahan daerah sayatan dengan lembut dan kuat menggunakan tangan : bantal kecil atau gulungan handuk. Ambil nafas dalam-dalam. Embuskan keluar dengan cepat kedalam tabung pada alat jika Anda mempunyainya. Jika dada Anda "bersih" Anda tidak perlu menggunakan teknik ini atau peralatan.

Berdiri dan Berjalan

Bangun dari tempat tidur pertama kalinya dapat Anda lakukan beberapa sampai 24 jam sesudah melahirkan. Perawat atau seorang staf pembantu akan menolong Anda bangun dan kemudian berdiri. Anda mungkin merasa lemas, pusing, dan sakit kepala selama beberapa menit pertama. Anda dapat mengurang rasa pusing dengan melakukan beberapa gerakan memutar pergelangan kaki dan menekuk tungkai untuk memperbaiki peredaran darah sebelum bangun dari tempat tidur. Beri waktu untuk diri Anda. Beri kesempatan sejenak untuk diri Anda untuk membiasakan diri dengan setiap posisi baru sewaktu Anda bergerak dari posisi tidur ke posisi berdiri. Cobalah gerakan berikut sewaktu Anda bergerak dari posisi tidur ke posisi berdiri. Sesudah posisi berguling miring ke dekat tepi tempat tidur, biarkan kaki Anda menggantung pada tepi tempat tidur tersebut dan dorong tubuh Anda keposisi duduk. Duduklah sebentar dan lakukan beberapa gerakan memutar pergelangan kaki. Saat Anda merasa siap, letakan kaki Anda dilantai dan berdiri (dengan bantuan seseorang). Berdirilah setegak dan selurus Anda bisa lakukan. Hal ini tidak akan membahayakan luka sayatan meskipun daerah tersebut merasa tertarik dan sakit. Begitu Anda terbiasa dengan posisi berdiri, cobalah sedikit melangkahkan kaki. Setelah percobaan pertama ini, Anda akan merasa jadi lebih mudah setiap kali bangun dari tempat tidur. Cobalah meningkatkan jaraknya setiap kali Anda berjalan.   

Gas Perut

Gas perut kadang-kadang menimbulkan masalah sesudah bedah Caesar atau pembedahan lain pada perut. Jika ada gas dalam perut, Anda akan merasa kembung dan bahkan mungkin merasakan nyeri perut yang menusuk-nusuk sampai Anda dapat mengeluarkan gas tersebut. Penimbunan gas disebabkan oleh melambatnya aktivitas usus yang terjadi akibat pembedahan. Anda belum akan diberi makan sampai perawat melihat adanya aktivitas usus, yang biasanya terjadi beberapa jam setelah pembedahan. Gerak fisik tidur dan bangun dari tempat tidur, pernafasan dalam dan bergoyang dikursi dapat membantu atau menghilangkan gas. Anda juga mungkin diminta untuk menghindari makanan dan minuman yang menimbulkan gas.

Berkemih

Membuat Anda akan mengalami kesulitan berkemih sesudah mengalami pemasangan kateter kandung kemih, pembiusan, dan pembedahan perut. Perawat akan memberikan saran-saran untuk membuat Anda berkemih. Jika Anda tidak dapat berkemih dalam jangka waktu yang di anggap rsional, anda perlu dikateter ulang dengan metode "in-out". Perawat akan memasang kateter yang lebih kecil, mengeluarkan air kemih, dan kemudian melepas kateter tersebut. Dengan berjalannya waktu Anda akan dapat berkemih tanpa bantuan.

Menyusui

Adalah dimungkinkan dan diharapkan agar anda mulai memberikan ASI sesudah bedah Caesar. Namun, untuk menemukan posisi yang nyaman dapat menjadi suatu masalah. Untuk melindungi luka sayaatan dari tekanan berat dan gerak bayi cobalah posisi-posisi berikut ini. Gunakan pegangan bola atau mengepit, berbaring menyamping, atau meletakan sebuah bantal diatas luka sayatan sebelum Anda menaruh bayi dipangkuan untuk disusui.
Jika rumah sakit yang Anda datangi menganut filosofi berpusat ke keluarga, pasangan Anda akan diperbolehkan tinggal dalam satu kamar bersama Anda. Jika pasangan Anda tidak dapat menemani perawat akan membantu Anda merawat si bayi sementara Anda memulihkan diri dari pembedahan.
Anda mungkin akan dirawat inap di rumah sakit selama dua atau tiga hari. Namun, Anda mungkin belum pulih sepenuhnya. Anda masih tetap merasa letih, lemas dan lelah. Jika mungkin, aturlah agar ada yang membantu Anda didalam rumah beberapa minggu pertama. Anda akan pulih jauh lebih cepat, jika Anda mendapat bantuan dalam menyiapkan makanan, merawat bayi, dan mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Sebaiknya Anda tidak mengemudi kendaraan sampai Anda dapat melakukannya dengan aman, tanpa merasa sakit, dan sudah berhenti meminum obat pereda sakit yang bersipat narkotik. Pemberi perawatan akan memberikan pedoman khusus untuk Anda. Jika kondisi fisik Anda memungkinkan, dan Anda mempunyai cukup waktu dan tenaga, Anda dapat mulai melakukan olahraga pasca melahirkan. Bicarakan dengan pemberi perawatan kapan Anda dapat memulainya.

Keperawatan Perioperatif

KEPERAWATAN PERIOPERATIF:
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan fungsi keperawatan yang berkaitan dengan pengalaman pembedahan pasien.
“PERIOPERATIF”
Suatu istilah gabungan yang mencakup tiga fase pengalaman pembedahan: praoperatif intraoperatif, dan pascaoperatif.
FASE PRAOPERATIF
Dimulai ketika keputusan untuk intervensi bedah dibuat dan berakhir ketika pasien dikirim ke meja operasi.
Lingkup aktifitas keperawatan: penetapan pengkajian dasar pasien di tatanan klinik atau di rumah, menjalani wawancara praoperatif, dan menyiapkan pasien untuk anestesi pada pembedahan.
FASE INTRA OPERATIF
Dimulai ketika pasien masuk ke bagian atau departemen bedah dan berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan.
Lingkup aktifitas keperawatan: memasang infus, memberikan medikasi intravena, melakukan pemantauan fisiologis menyeluruh sepanjang prosedur pembedahan dan menjaga keselamatan pasien.
FASE PASCAOPERATIF
Dimulai pada saat pasien masuk ke ruang pemulihan dan berakhir dengan evaluasi tindak lanjut pada tatanan klinik atau di rumah.
Lingkup aktifitas keperawatan:
Mengkaji efek agen anestesi, membantu fungsi vital tubuh, serta mencegah komplikasi.
Peningkatan penyembuhan pasien dan penyuluhan, perawatan tindak lanjut, rujukan yang penting untuk penyembuhan yang berhasil dan rehabilitasi diikuti dengan pemulangan.
PERTIMBANGAN GERONTOLOGI
Persyaratan khusus untuk mencapai hasil optimal setelah pembedahan pada lansia meliputi:
Pengkajian dan pengobatan praoperatif yang terampil.
Anestesia dan pembedahan yang cermat.
Penatalaksanaan pascaoperatif yang sangat cermat dan kompeten.
INDIKASI & KLASIFIKASI PEMBEDAHAN
1. INDIKASI: Diagnostik, Kuratif, Reparatif, Rekonstruktif/ kosmetik, dan Paliatif.
2. KLASIFIKASI: Kedaruratan, Urgen, Diperlukan, Elektif, dan Pilihan.
DIAGNOSTIK: biopsi, laparatomi eksplorasi,…
KURATIF: Eksisi tumor, apendiktomi,…
REPARATIF: memperbaiki luka multipleks/ debridement,…
REKONSTRUKTIF/ KOSMETIK: mammoplasti,…
PALIATIF: Untuk menghilangkan nyeri atau memperbaiki masalah (pemasangan selang gastrostomi)
KEDARURATAN: Pasien membutuhkan perhatian segera; ganguan mungkin mengancam jiwa.
Indikasi untuk pembedahan: Tanpa ditunda.
Contoh: Perdarahan hebat, obstruksi kandung kemih atau usus, fraktur tulang tengkorak, luka tembak atau luka tusuk, luka bakar sangat luas.
URGEN: Pasien membutuhkan perhatian segera.
Indikasi u/ pembedahan: Dalam 24-30 jam.
Contoh: Batu ginjal atau batu pada ureter.
DIPERLUKAN: Pasien harus menjalani pembedahan
Indikasi u/ pembedahan: Direncakan dalam beberapa minggu/ bulan.
Contoh: Hiperplasia prostat tanpa obstruksi kandung kemih, gangguan tiroid, katarak.
ELEKTIF: Pasien harus dioperasi ketika diperlukan.
Indikasi u/ pembedahan: Tidak dilakukan pembedahan jika tidak terlalu membahayakan.
Contoh: Perbaikan eskar, Perbaikan vaginal, Hernia sederhana.
PILIHAN: Keputusan terletak pada pasien.
Indikasi u/ pembedahan: Pilihan pribadi.
Contoh: Bedah kosmetik.
TINJAUAN PROSES KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Pengkajian pasien pasien bedah meliputi evaluasi faktor-faktor fisik dan psikologis secara luas.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ansietas b/d pengalaman bedah (anastesi, nyeri) dan hasil akhir dari pembedahan.
Defisit pengetahuan mengenai prosedur dan protokol praoperatif dan harapan pascaoperatif.
INTERVENSI KEPERAWATAN
Menurunkan ansietas praoperatif
Penyuluhan pasien
EVALUASI
Hasil-hasil yang diharapkan:
1. Ansietas berkurang:
Mendiskusikan kekhawatiran yang berkaitan dengan tipe anastesi.
Mengungkapkan suatu pengalaman tentang medikasi praanastesi.
Mendiskusikan kekhawatiran saat-saat terakhir dengan perawat/ dokter.
Mendiskusikan masalah finansial dengan pekerja sosial bila diperlukan.
Meminta kunjungan pendeta bila diperlukan.
Benar-benar rileks setelah dikunjungi oleh anggota tim kesehatan.
2. Siap terhadap intervensi pembedahan:
Ikut serta dalam persiapan praoperatif.
Menunjukkan dan menggambarkan latihan yang diperkirakan akan dilakukan pasien setelah operasi.
Menelaah informasi tentang perawatan.
Menerima medikasi praanastesi.
Tetap berada di tempat tidur.
Relaks selama trasformasi ke unit operasi.
Menyebutkan rasional penggunaan pagar tempat tidur.
PENGKAJIAN FISIK UMUM PASIEN PRAOPERATIF
Status Nutrisi dan Penggunaan Bahan Kimia: obesitas, penggunaan obat dan alkohol.
Status Pernapasan.
Status Kardiovaskuler.
Fungsi Hepatik dan Ginjal.
Fungsi Endokrin.
Fungsi Imunologi
Terapi Medikasi Sebelumnya: kortikosteroid adrenal, diuretik, fenotiasin, dll.
INFORMED CONSENT
Persetujuan tindakan medik diperlukan ketika:
Prosedur tindakan adalah invasif.
Menggunakan anestesi.
Prosedur non-bedah yang dilakukan dimana risikonya pada pasien lebih dari sekedar risiko ringan, spt: arteriogram.
Prosedur yang dilakukan mencakup terapi radiasi.
PENDIDIKAN PASIEN PRAOPERATIF
Latihan napas dalam, batuk, dan relaksasi.
Perubahan posisi dan gerakan tubuh aktif.
Kontrol dan medikasi nyeri.
Kontrol kognitif: imajinasi, distraksi, pikiran optimis diri.
INTERVENSI KEPERAWATAN PRAOPERATIF
Nutrisi dan cairan.
Persiapan intestinal.
Persiapan kulit praoperatif.
Medikasi praanestesi: barbiturat/tranquilizer (pentobarbital,benzodiasepine), opioid, antikolinergik,dll.
Catatan praoperatif.
Transportasi ke ruangan prabedah (30-60 menit sebelum anestesi).
Membantu keluarga melewati pengalaman bedah pasien.
CONTOH AKTIFITAS PERAWAT DALAM PERAN PERIOPERATIF
FASE PRAOPERATIF
Pengkajian praoperatif di klinik/ per telp:
Melakukan pengkajian perioperatif awal.
Merencanakan metode penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Melibatkan keluarga dalam wawancara
Memastikan kelengkapan pemeriksaan praoperatif
Mengkaji kebutuhan pasien terhadap transportasi dan perawatan pascaoperatif
Unit bedah:
Melengkapi pengkajian praoperatif.
Mengkoordinasi penyuluhan pasien dengan staf keperawatan lain.
Menjelaskan fese-fase dalam periode perioperatif dan hal-hal yang diperkirakan terjadi.
Membuat rencana asuhan keperawatan
Ruang operatif:
Mengkaji tingkat kesadaran pasien.
Menelaah lembar observasi pasien.
Mengidentifikasi pasien.
Memastikan daerah pembedahan
PERENCANAAN:
Menentukan rencana asuhan keperawatan.
Mengkoordinasi pelayanan dan sumber-sumber yang sesuai.
Dukungan psikologis:
Menceritakan pada pasien apa yang sedang terjadi.
Menentuka status psikologis.
Memberikan peringatan akan stimuli nyeri.
Mengkomunikasikan status emosional pasien pada anggota tim kesehatan lain yang berkaitan.
FASE INTRAOPERATIF
Pemeliharaan Keselamatan:
1. Atur posisi pasien
Kesejajaran fungsional
Pemajanan areapembedahan
Mempertahankan posisi sepanjang prosedur pembedahan
2. Memasang alat grounding ke pasien.
3. Memberikan dukungan fisik.
4. Memastikan bahwa jumlah instrumen tepat.
Pemantauan fisiologis
Memperhitungkan efek dari hilangnya atau masuknya cairan.
Membedakan data kardiopulmonal yang normal dengan yang abnormal.
Melaporkan perubahan-perubahan pada pemeriksaan vital sign.
Dukungan Psikologis (sebelum induksi dan jika pasien sadar)
Memberikan dukungan emosional pada pasien.
Berdiri dekat dan menyentuh pasien selama prosedur dan induksi.
Terus mengkaji status emosional pasien.
Mengkomunikasikan status emosional pasien ke anggota tim perawatan kesehatan lain yang sesuai.
Penatalakasanaan Keperawatan (fase intraoperatif)
Memberikan keselamatan untuk pasien.
Mempertahankan lingkungan aseptik dan terkontrol.
Secara efektif mengelola sumber daya manusia.
FASE PASCAOPERATIF
KOMUNIKASI DARI INFORMASI INTRAOPERATIF:
Menyebutkan nama pasien.
Menyebutkan jenis pembedahan yang dilakukan.
Menggambarkan faktor-faktor intraoperatif (pemasangan drain atau kateter, kekambuhan peristiwa-peristiwa yang tidak diperkirakan).
Menggambarkan keterbatasan fisik.
Melaporkan tingkat kesadaran praoperatif pasien.
Mengkomunikasikan alat-alat yang diperlukan.
PENGKAJIAN PASCAOPERATIF DI RUANG PEMULIHAN: Menentukan respons langsung pasien terhadap intervensi pembedahan.
UNIT BEDAH:
Mengevaluasi efektifitas dari asuhan keperawatan di ruangan operasi.

Menentukan tingkat kepuasan pasien dengan asuhan yang diberikan selama periode perioperatif.
Mengevaluasi produk-produk yang digunakan pada pasien di ruang operasi.
Menentukan status psikologis pasien.
Membantu dalam perencanaan pemulangan.
DI RUMAH/ KLINIK:
Gali persepsi pasien tentang pembedahan dalam kaitannya dengan agen anestesi, dampak pada citra tubuh, penyimpangan, imobilisasi.
Tentukan persepsi keluarga tentang pembedahan
SUMBER :
http://httpyasirblogspotcom.blogspot.com/2009/01
/keperawatan-perioperatif.html

Selasa, 26 Maret 2013

Luka Bedah Caesar

Luka bedah caesar merupakan jenis luka yang di akibatkan oleh pembedahan sebagai jalan untuk mempermudah proses persalinan. Memang masyarakat kini banyak yang mengeluh karena luka sehabis operasi tersebut terkadang sulit di sembuhkan. Namun kini anda tidak perlu khawatir kami berikan untuk anda jelly gamat gold g sebagai salah satu solusi alternatif untuk penyembuhan luka tersebut yang aman di gunakan baik untuk pengobatan jangka pendek maupun jangka panjang.